Minggu, 16 Juli 2017

Miris! Tenaga Kerja asal Jawa Barat tak Mampu Bersaing

Sungguh Miris ketika membaca Tulian pada sebuah Harian Online Terkemuka Di Negeri ini , Harian Kompas Online yang pada tajuk halamannya ... thumbnail 1 summary


Sungguh Miris ketika membaca Tulian pada sebuah Harian Online Terkemuka Di Negeri ini , Harian Kompas Online yang pada tajuk halamannya menyoal tentang: Tenaga Kerja Asal Jawa Barat Kalah Bersaing

Harian tersebut Mengemuka-kan bahwa:

Para tenaga kerja asal Jawa Barat tak mampu memanfaatkan peluang kerja pada kawasan-kawasan industri yang bertebaran di provinsi ini. Mereka kalah bersaing dengan pekerja dari luar, padahal 54 persen industri manufaktur nasional berada di provinsi berpenduduk paling padat di Indonesia itu.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Hening Widiatmoko mencontohkan, di kawasan industri Kabupaten Karawang lebih dari 60 persen tenaga kerja diisi oleh pekerja dari luar.
"Banyak juga warga Jabar yang bisa mengakses peluang kerja di pusat industri itu, tetapi pada level rendah. Mereka mengisi ruang tenaga petugas satpam.

Berdasarkan data di Pemerintah Provinsi Jawa Barat, rata-rata lama sekolah di Jabar belum sampai 9 tahun, masih SMP atau belum lulus SMP. Di lain pihak, sektor industri memiliki kewajiban untuk menggunakan sumber daya manusia Jabar. Jika pelaku usaha/industri tidak menemukan pekerja yang diperlukan sesuai kompetensinya, mereka mencari pekerja dari luar.

 Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan, sekitar 60 persen dari angkatan kerja Indonesia adalah lulusan SD dan SMP. Keterbatasan pendidikan menyebabkan mayoritas angkatan kerja Indonesia menjadi kurang bersaing. Keterbatasan pendidikan itu menyebabkan para lulusan SD dan SMP sulit untuk mengembangkan diri. Dengan keterbatasan itu, mereka merasa tidak mungkin melanjutkan pendidikan, tidak memiliki modal untuk menjadi wirausaha, dan hanya bisa mendaftarkan diri untuk bekerja di industri padat karya. "Karena keterbatasan pendidikan dan keterampilan kariernya juga terbatas. Mereka bisa puluhan tahun bekerja di tempat yang sama

Calon Gubernur jawa barat dari Partai Nasdem, Ridwan Kamil Pernah Mengemukan hal yang menjadi perhatian utamanya ketika mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Barat adalah memperioritaskan Ketenaga kerjaan di Jawa Barat. Tentunya hal ini bukan hanya untuk menyipkan lapangan kerja saja, tapi juga seharusnya yang menjadi titik perhatian adalah peningkatan sumber daya manusia agar lebih mampu bersain dengan para pekerja yang berasal dari Luar jawa Barat.


Tidak ada komentar

Posting Komentar