Senin, 17 Juli 2017

Atasi Angka Kemiskinan di Jawa Barat Yang Meningkat

Pemerintah di Jawa Barat harus memastikan program-program yang bersentuhan dengan penduduk miskin dilaksanakan tepat waktu. Jumlah pend... thumbnail 1 summary
Pemerintah di Jawa Barat harus memastikan program-program yang bersentuhan dengan penduduk miskin dilaksanakan tepat waktu. Jumlah penduduk miskin di Jawa Barat pada bulan September 2015 sebesar 4.485.654 orang (9,57 persen). Mengalami kenaikan sebesar 49.955 orang (1,13 persen) dibandingkan kondisi pada bulan Maret 2015 sebesar 4.435.699 orang (9,53 persen).

Dalam kurun waktu enam bulan terakhir persentase penduduk miskin yang tinggal didaerah perdesaan turun sebesar -0,21 persen poin (11,82 persen menjadi 11,61 persen) sedangkan di daerah perkotaan naik 0,15 persen poin (dari 8,43 persen menjadi 8,58 persen). 

Secara absolut selama periode Maret 2015 – September 2015, penduduk miskin di perdesaan berkurang 18.182 orang (dari 1.797.316 orang menjadi 1.779.134 orang) sementara di perkotaan bertambah sebanyak 68.137 orang (dari 2.638.383 orang menjadi 2.706.520 orang).

Persentase penduduk miskin yang tinggal di daerah perdesaan pada bulan September 2015 terhadap penduduk miskin Jawa Barat adalah sebesar 39,66 persen. Ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan Maret 2015 (40,52 %).


Persentase penduduk miskin yang tinggal di daerah perkotaan pada bulan September 2015 terhadap penduduk miskin Jawa Barat adalah sebesar 60,34 persen. Ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan Maret 2015 (59,48 %).

Angka kemiskinan di Jawa Barat sejak 2015 mengalami peningkatan. Menurut Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar, pada 2015 banyak hambatan yang ditemukan Pemprov Jabar untuk menanggulangi angka kemiskinan.

Menurut Deddy, hambatan tersebut terjadi karena terbitnya perubahan UU No 23 Tahun 2014, mengenai bantuan hibah. Padahal, penanggulangan kemiskinan banyak mengandalkan bantuan tersebut.‬ Karena ada perubahan undang - undang 23 tahun 2014, maka anggaran 2015 tidak terserap secara optimal.  

Sehingga tidak terserap semua, ternyata benar angka kemiskinan bertambah, meningkat 0,39 persen untuk tahun 2015,” ujar Deddy kepada wartawan, saat memimpin Rapat Evaluasi Program Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2015.

Berdasarkan data BPS Jabar, jumlah penduduk miskin di Jabar pada September 2015 sebanyak 4.485.654 orang. Kalau dibandungkan dengan Maret 2015, jumlah penduduk miskin bulan september mengalami kenaikan sebesar 49.955 orang atau 1,13 persen. Karena, jumlah penduduk miskin di Maret 2015 sebanyak 4.435.699 orang.

‪Peningkatan kemiskinan salah satunya juga merupakan efek dari perlambatan ekonomi di 2015 lalu. Tentu bukan hanya mempengaruhi Jawa Barat, tetapi semua daerah. 

Karena penduduk Jawa Barat besar, maka penambahan presentase kemiskinan sedikit saja, pengaruhnya besar. Oleh karena itu, Ia menggelar rapat evaluasi dengan kabupaten/kota sebagai sarana untuk menyusun strategi. kedepannya di 2016, diharapkan anggaran yang diemban pemerintah dapat terserap secara optimal. ‬nya untuk kota

Namun calon Gubernur Ridwal Kamil telah membuat beberapa program rencana bahwa kemiskinan akan diurus oleh satu dinas. Dinas sosial dan penanggulangan kemiskinan. Jadi betul-betul kemiskinan itu tidak akan tersebar-sebar tapi dikontrol disentralisasi di satu dinas itu. 

Selain itu Ridwan Kamil mungkin akan menggagas konsep ‘Family for Family’ dalam mengentaskan kemiskinan seperti di Kota Bandung. ‘Family for Family’ sengaja dipilih agar masyarakat internasional bisa terlibat. Secara sederhana kampanye ini menerapkan konsep keluarga asuh dimana keluarga mampu akan mengasuh keluarga miskin. Program ini rencananya akan dijalankan mulai akhir Februari 2017 dengan meluncurkan laman online yang dikerjakan bersama situs galang dana Kitabisa.com. Saat ini kampanye ‘Family for Family’ telah mulai diujicobakan dan dapat bisa diakses oleh para calon donator pada laman kitabisa.com/partners/fff.

Tidak ada komentar

Posting Komentar